3 Doa Rasulullah untuk Fatima-Ali yang Lestari Hingga Saat ini

0 Comments

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Rasulullah saw SAW mendoakan Fatimah serta Ali saat pernikahan itu

REPUBLIKA. CO. ID,     JAKARTA-  Pernikahan dalam Islam ialah sunah Rasulullah. Pela ku pernikahan mendapatkan rahmat serta bekal keberkahan dalam syarat yang diucapkan dan dijanjikan bersama. Namun, di balik itu, esensi pernikahan sejatinya adalah sebuah ketenangan, kedamaian, dan kecukupan antara kepala dengan lainnya.

Ustaz Utama Hidayat menjabarkan, pernikahan bukanlah suatu hal yang menjanjikan setiap pasangan untuk tumbuh selalu senang. Pun, pernikahan juga bukan perkara melaksanakan hidup dengan kesulitan selalu. Dalam rumah tangga, sering terjadi gejolak yang kerap menyentuh setiap pasangan.

Namun serupa itu, setiap pasangan diingatkan buat selalu menyandarkan dirinya pada Allah SWT. Memupuk religiositas, ketakwaan, serta kepatuhan di dalam beribadah merupakan modal sari dalam membangun rumah tangga. Dengan modal tersebut, keberkahan akan melingkupi siapapun dengan berada dalam ru mah tangga tersebut.

“Malam ini, usai menikah, perbaiki lagi sholatnya. Dirikan sholat, penuhi rumah tangga kita dengan keberkahan, ” kata Ustaz Adi saat memberikan tausiyah da lam Acara Pengoperasian Nikah Massal ke-3 Pemprov DKI Jakarta, di Ba lai Kota, Jakarta, Selasa (31/12/2019), sebagaimana dikutip dari Harian Republika.  

Keberkahan, sebagaimana dengan terucap dari doa Nabi Muhammad SAW saat menikahkan putrinya, Fatimah Az-Zahra de ngan Sayyidina Ali bin Abi Tha lib, menetapkan diselipkan, baik di zaman susah maupun senang. Dia pun menceritakan bahwa pernikahan yang sempurna bukanlah cuma milik mereka yang memiliki harta melimpah dan bagian terpuji.

Hal itu dibuktikan bagaimana Rasulullah menikahkan Fatimah secara Ali bin Abi Thalib. Padahal, jika diukur dengan materi, Ali bin Abi Thalib bukanlah berasal dibanding kalangan berada atau pula seseorang yang memiliki kedudukan tinggi. Jika dibandingkan secara sahabat Nabi lainnya, sesuai Abu Bakar yang kaya raya dan Umar bin Khattab yang memiliki jabatan ulung, Ali bin Abi Thalib hanyalah pria normal.

Namun begitu, dia menceritakan, masa Abu Bakar dan Umar bin Khattab mengenali daya diri tak layak ketus dengan Fatimah Az Zahra, sosok Ali bin Abi Thalib justru ditonjolkan. Diceritakan, suatu ketika, Umar bin Khattab bertemu de ngan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan berkata, “Ya Ali, innaha laka. ” Yang artinya, “Wahai Ali, sesungguhnya dia (Fatimah) me rupakan milikmu (jodohmu). ” 

Mengindahkan ucapan Umar seperti itu, Ali bin Abi Thalib justru berkata, “Wahai Umar, aku hanyalah orang biasa, aku bukan orang makmur. Bahkan, saat ini, yang kupunya hanyalah perisai tukul yang hendak aku gadaikan. ” Namun, Sayyidina Umar tetap memerintahkan Ali agar menemui Rasulullah untuk meminang Fatimah.

Menurut Ustaz Adi, ketika Sayyidina Ali datang menemui Rasulullah, tak sedikit pun beliau meremehkan, apalagi menolak maksud baik sahabatnya tersebut. Maka, ketika menikahkan keduanya, Rasulullah pun memberi tiga kalimat pesan yang dijadikan doa bagi segenap masyarakat Muslim dunia hingga kini.

Doa tersebut berbunyi: بَارَكَ اللهُ لَكُماَ وَبَارَكَ عَلَيْكُماَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ “Bara kallahu laka, wa baraka alaikuma, wa jamaa bainakuma fii khair. ” Yang artinya, “Semoga Allah rekatkan keberkahan padamu (di kala senang), dan semoga Allah rekatkan keberkahan kepada kalian berdua (di kala susah), dan semoga Allah selalu menghimpun kalian berdua dalam kebaikan. ”

Maka dari itu, lanjut Ustaz Adi, apabila setiap pasangan hendak mendapatkan kebahagiaan yang abadi dalam pernikahan, hendaknya lekatkan keberkahan dalam rumah tangga tersebut. Tutup aib diri satu sama lain sebagai kekuatan dan bahan evaluasi bersama. Tak layak, kata dia, keburukan famili diumbar dan dikonsumsi khalayak publik.  

sumber: Harian Republika