3 Kelompok Orang yang tidak Boleh Disuntik Vaksin Pfizer

0 Comments
3 Kelompok Orang yang tidak Boleh Disuntik Vaksin Pfizer

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

SUCI. CO. ID,   LONDON — Inggris menjadi negara mula-mula yang menggulirkan program vaksinasi Covid-19. Tetapi, ada tiga kelompok karakter yang karena kondisi kesehatannya tidak diizinkan mendapat vaksin Covid-19.

1. Karakter dengan alergi parah

Badan regulasi obat Inggris (MHRA) memutuskan bahwa orang dengan riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa tidak boleh mendapatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer. Larangan itu berlaku untuk mereka yang pernah mengalami anafilaksis terpaut vaksin atau makanan.

Larangan dikeluarkan sesudah dua anggota staf kesehatan nasional (NHS) yang sudah divaksin di hari Selasa lalu mengalami pandangan alergi, kondisi yang sangat kurang terjadi akibat vaksin.

Aparat kesehatan yang diketahui memiliki sejarah reaksi alergi parah itu termasuk di antara ribuan orang dengan menerima vaksin pada hari perdana program vaksinasi massal Covid-19 dalam Inggris. Laporan lebih lanjut mengenai kemungkinan reaksi alergi setelah imunisasi juga diterima oleh MHRA.

2. Pokok hamil

Ibu hamil disarankan untuk menduduki sampai mereka melahirkan untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Calon pokok juga harus menunggu selama besar bulan setelah mendapatkan dosis ke-2 sebelum hamil.

Para ibu baru pula harus menunggu sampai mereka selesai menyusui sebelum menjalani vaksinasi. Jika masih menyusui saat mendapat jumlah pertama, Anda disarankan untuk tidak melanjutkan dosis kedua sampai selesai menyusui.

“Vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 adalah macam vaksin baru yang telah terbukti efektif dan memiliki profil keamanan yang baik, ” tulis bukti resmi NHS dilansir dari The Sun pada Jumat (11/12).

“Ini belum dinilai dalam kehamilan, jadi disarankan bahwa sampai informasi lebih tinggi tersedia, mereka yang sedang berisi sebaiknya tidak memiliki vaksin ini, ” lanjut NHS.

3. Anak-anak di bawah 16 tahun

Hampir semua bujang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami infeksi tanpa gejala atau keburukan ringan. Saat ini, data vaksinasi pada remaja sangat terbatas.

Otoritas medis tidak punya informasi tentang anak-anak yang lebih muda karena itu tidak dimasukkan dalam uji klinis.   Komite Bersama Vaksinasi serta Imunisasi (JCVI) menyarankan hanya anak-anak berisiko tinggi terpapar Covid-19 selalu yang harus ditawarkan vaksinasi.

Di asing ketiga kelompok tersebut, vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech telah terbukti keamanan serta efikasinya. Dengan begitu, masyarakat tak perlu ragu untuk mendapatkannya.