Anies: PSBB Total Sama dengan Pengetatan Sebelumnya

0 Comments
Anies: PSBB Total Sama dengan Pengetatan Sebelumnya

Ibadah lokal (lingkungan) bisa jalan, tetapi yang berskala besar tidak diizinkan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan secara umum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total dengan dilaksanakan 14 September 2020 sebanding dengan pengetatan dalam PSBB Jakarta pada 10 April 2020-4 Juni 2020. “Iya ini kan pengetatan (seperti sebelumnya), nanti ada item-item mana yang kita izinkan, mana yang tidak, ” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/9).

Dalam PSBB Total mendatang, Anies mengatakan akan ada beberapa yang berbeda dalam isi kebijakannya. Seperti tempat ibadah lokal (lingkungan) bisa jalan, tetapi yang berskala besar tidak diizinkan.

“Jadi sesungguhnya ini akan ada pengetatan tetapi kegiatan-kegiatan di level lokal yang menerapkan prinsip adat yang benar masih diizinkan. Siap berbeda kalau bicara isinya nantinya, ” ujarnya.

Namun, sektor perkantoran di mana ditetapkan hanya 11 yang bisa beroperasi selama PSBB Total, tidak bakal berubah. “11 itu tidak tersedia perubahan, karena itulah yang menjelma kunci. Kemudian pak menteri akan membicarakan juga soal ini, tapi kami menilai ini menjadi kunci, ” katanya.

Sebelumnya, Anies mengumumkan resmi “menarik rem darurat” yang mencabut kebijakan PSBBTransisi dan mengembalikannya kepada kebijakan PSBB yang diperketat. Dengan melihat kejadian darurat ini di Jakarta, tak ada pilihan lain selain kesimpulan untuk tarik rem darurat.

“Artinya kita terpaksa berlakukan PSBB seperti awal pandemi. Ini lah rem darurat yang harus kita tarik, ” kata Anies pada keterangan pers yang disampaikan pada Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Alasan Anies untuk mengambil keputusan tersebut untuk Jakartakarena tiga indikator sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta, yakni tingkat kematian, ketersediaan tempat rebah isolasi dan ICU khusus Covid-19 dan tingkat kasus positif dalam Jakarta.

sumber: Antara