Cara Menghindari Terjadinya Gejala Pikun Dini

0 Comments
Cara Menghindari Terjadinya Gejala Pikun Dini

Kepikunan dapat terjadi akibat gangguan secara alami dan non alami.

REPUBLIKA. CO. ID, TULUNGAGUNG — Dokter spesialis saraf RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr Joko Rudiono SpS mengingatkan asosiasi agar tidak meremehkan demensia syndrome atau gejala kepikunan. Jika dibiarkan, gejalanya bisa semakin parah dan membuat penderita mengalami ketergantungan terhadap orang lain.

“Pikun ataupun demensia itu terjadi karena adanya ganguan fungsi pada saluran saraf otak yang tidak berfungsi secara baik, ” katanya dalam sebuah dialog di Tulungagung, Kamis.

Karena dianggap sebagai isyarat penyakit biasa, tidak banyak karakter yang melakukan pemeriksaan medis ataupun pengobatan khusus untuk mengatasi kejadian ini. Kepikunan terdapat dua proses antara lain gangguan secara alami serta non alami.

“Usia lanjut sangat rentan mengalami demensia secara alami dan penyembuhan suram dilakukan pada lansia di usia 65 tahun ke atas, tetapi gejala itu masih bisa ditunda supaya tidak mengalami kondisi dengan lebih parah dari sebelumnya, ” ucap Joko.

Menurut Joko, meskipun tidak ada fakta rasa sakit, namun pengidap demensia sering mengalami lupa berkali-kali secara berurutan. Jika menemui gejala sesuai itu, ada baiknya dilakukan pemeriksaan ke dokter supaya diketahui penyebabnya untuk mendapatkan solusi atau terapi medis.

Proses kepikunan secara non alami biasanya dipengaruhi karena seseorang sebelumnya pernah menderita penyakit kronis, misalnya penderita strok, darah tinggi, kencing manis, serta stres. Selain dipicu penyakit tangan, faktor lainnya, seperti pendarahan tokoh akibat kecelakaan dan trauma, menimbrung mempengaruhi terjadinya demensia.

Menurut Joko, pengobatan pada penderita demensia ini biasanya hanya ditekankan pada proses pencegahan supaya tidak semakin parah. Jika penyakit itu sudah menjadi parah, maka anak obat dimensia akan mengalami kesulitan serta butuh bantuan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Selain itu, juga mampu timbul gangguan perilaku dan emosi tinggi, seperti marah-marah gelisah pelik tidur berhalusinasi dan rasa rambang tinggi. Terhadap pasien demensia, sinse akan memberikan tindakan penanganan bertemu dengan kebutuhan.

“Biasanya memberikan saran untuk memperbaiki ragam makan sehat dan mengkonsumsi komplemen, ” ujar dia.

Joko kemudian memberikan saran cara sederhana untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gejala pikun dini, yaitu;

1. Menerapkan ideal hidup sehat dengan berolahraga rutin sesuai dengan kebutuhan.

2. Mengonsumsi makanan bergizi.

3. Melakukan kegiatan lampas otak (sering membaca/menulis).

4. Kurangi stes dengan menghibur diri (bahagia).

“Pada umumnya, gejala pikun dini dikarenakan karena tingkat stres yang kelewatan. Oleh karena itu lakukanlah ragam hidup sehat dan benar agar fungsi saluran saraf orak tidak cepat mengalami perubahan sebelum waktunya, ” tuturnya.

sumber: Antara