Facebook Ungkap Angka Prevalensi Ujaran Kemuakan

0 Comments
Facebook Ungkap Angka Prevalensi Ujaran Kemuakan

Ujaran kebencian pada Facebook pada kuartal tiga dipengaruhi pilpres AS.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Facebook buat pertama kalinya mengungkapkan angka kebiasaan ujaran kebencian di platformnya. Patuh Facebook, dari setiap 10 seperseribu penayangan konten pada kuartal ketiga, terdapat 10 hingga 11 unggahan di antaranya mengandung ujaran kesumat.

Raksasa media sosial itu, di bawah pengawasan berasaskan kebijakan pelanggarannya, terutama seputar penetapan presiden AS bulan ini, merilis perkiraan tersebut dalam laporan moderasi konten triwulannya. Kepala keamanan serta integritas Facebook, Guy Rosen, dikutip dari Reuters , Jumat, mengatakan bahwa mulai sebab 1 Maret hingga pemilu 3 November, perusahaan tersebut telah menghapus lebih dari 265 ribu konten dari Facebook dan Instagram di Amerika Serikat karena melanggar kebijakan campur tangan pemilihnya.

Facebook selalu mengatakan telah mengambil tindakan kepada 22, 1 juta konten ujaran kebencian pada kuartal ketiga, sekitar 95 persen di antaranya diidentifikasi secara proaktif. Sementara, pada kuartal sebelumnya Facebook telah menindak 22, 5 juta konten ujaran kesumat.

Perusahaan media sosial tersebut mendefinisikan “mengambil tindakan” dengan menghapus konten, menutupinya dengan rujukan, menonaktifkan akun atau meneruskannya ke lembaga eksternal. Sementara itu, maklumat berbagi foto milik Facebook, Instagram , telah mengambil tindakan terhadap 6, 5 juta konten ujaran kebencian, naik lantaran 3, 2 juta di Q2.

Sekitar 95 persen dari konten ujaran kebencian tersebut diidentifikasi secara proaktif, meningkat 10 persen lantaran kuartal sebelumnya. Pada pertengahan tarikh ini, kelompok hak sipil mengorganisir boikot iklan di Facebook yang berkembang untuk mencoba menekan perusahaan media sosial itu agar bertindak melawan ujaran kebencian.

Pada Oktober, Facebook mengatakan, sedang memodernkan kebijakan ujaran kebencian untuk melarang konten apa pun yang menentang atau mendistorsi Holocaust. Perubahan haluan dari komentar publik yang dibuat oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg itu mengulas tentang apa dengan harus diizinkan di platform tersebut.

Facebook mengatakan, telah mengambil tindakan terhadap 19, dua juta konten kekerasan dan grafis di kuartal ketiga, naik dari 15 juta di kuartal ke-2. Di Instagram, Facebook menindak 4, 1 juta konten kekerasan & grafis, naik dari 3, satu juta pada kuartal kedua.

Rosen mengatakan, Facebook berharap memiliki audit independen atas nilai penegakan kontennya “selama 2021. ” Awal pekan ini, Zuckerberg serta CEO Twitter Jack Dorsey dipuji oleh Kongres AS soal pengamalan moderasi konten perusahaan mereka, mulai dari tuduhan bias politik sebab Partai Republik hingga keputusan tentang ujaran kekerasan.

Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Zuckerberg dalam pertemuan dengan semua staf mengucapkan bahwa mantan penasihat Gedung Putih Trump, Steve Bannon, tidak cukup melanggar kebijakan perusahaan ketika dia mendesak pemenggalan dua pejabat superior AS.

sumber: Antara