Gabungan Arab Kecam Serbia Pindahkan Kedubes Israel ke Yerusalem

0 Comments
Gabungan Arab Kecam Serbia Pindahkan Kedubes Israel ke Yerusalem

Serbia memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem

REPUBLIKA. CO. ID, KAIRO — Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengecam kesimpulan Serbia memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dia mengatakan keputusan semacam itu batal demi hukum.

Dilaporkan laman kantor informasi Palestina WAFA pada Sabtu (5/9), Gheit menyebut langkah yang bermaksud diambil Serbia bertentangan dengan kaidah internasional dan resolusi Dewan Ketenteraman PBB. Negara-negara telah dilarang mengalihkan kedutaan besarnya ke Yerusalem sebab kota itu sudah diduduki semenjak 1967.

Resolusi 478 tahun 1980 melarang negara menyusun misi diplomatik di Yerusalem & menolak tindakan apa pun dengan akan mengubah status hukum praja. Aboul Gheit menegaskan Liga Arab telah menganggap Yerusalem sebagai satu diantara masalah status terakhir yang akan dinegosiasikan antara Israel dan Palestina.

Menurutnya mengabaikan kesimpulan internasional dan mendahului hasil persetujuan adalah tindakan yang salah & ilegal. Hal itu pun menghambat tercapainya perdamaian nyata berdasarkan penyelesaian dua negara pada perbatasan 4 Juni 1967. Sebelumnya Duta Luhur Palestina untuk Serbia Mohammed Nabhan telah terlebih dulu mengecam & memprotes pengumuman rencana pemindahan kedutaan besar Serbia untuk Israel daripada Tel Aviv ke Yerusalem.

Nabhan menegaskan langkah sama dengan itu merupakan pelanggaran terhadap dasar internasional dan resolusi Dewan Ketenangan PBB. Di sisi lain, keputusan tersebut berbahaya bagi persahabatan Serbia-Palestina. “Tidak ada keraguan bahwa ini akan merusak persahabatan tradisional kurun Palestina dan Serbia dan tidak akan mendukung perkembangan ini, ” ujarnya.

Para pemimpin Serbia dan Kosovo telah menyelenggarakan pertemuan serta pembicaraan di Washington. Pembicaraan yang disponsori Amerika Konsorsium (AS) itu mencapai tonggak kuno, yakni kedua negara setuju menormalisasi hubungan ekonomi.

Serbia dan Kosovo pun menandatangani perjanjian terpisah dengan AS. Pada titik ini, Serbia menyatakan komitmen serta kesediaan untuk memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Serbia juga setuju membuka kantor komersial di Yerusalem pada September. Sementara Kosovo & Israel sepakat menormalisasi hubungan serta menjalin hubungan diplomatik.