GANDAR Perkirakan Qatar akan Normalisasi Ikatan dengan Israel

0 Comments
GANDAR Perkirakan Qatar akan Normalisasi Ikatan dengan Israel

REPUBLIKA. CO. ID,   CHICAGO — Amerika Serikat memperkirakan Qatar-Israel akan menormalisasikan hubungan kenegaraan usai kritik membanting yang dilontarkan qatar kepada Israel. Kritik disampaikan atas Persetujuan Abraham yang dilakukan antara Israel, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), belum lama ini.  

Dilansir di Arab News , Sabtu (19/9), Pejabat Departemen Luar Negeri AS dan juga Wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Kesibukan Teluk Arab Timothy Lenderking, mengatakan mereka berharap Qatar pada akhirnya akan menormalkan hubungan dengan Israel. Meskipun mereka tidak dapat menyerahkan waktu pastinya hubungan baik kembali itu terwujud.  

Selama briefing telekonferensi, Kamis (17/9) lalu, Lenderking mengingatkan peserta Qatar telah menjadi negara Teluk baru yang mengizinkan Israel membuka jawatan di ibu kotanya, Doha. Lenderking menyarankan Qatar memainkan peran yang lebih positif daripada Turki, yang secara terbuka mengecam normalisasi.

Pejabat Qatar dalam beberapa hari terakhir mengatakan mereka tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel sampai penyelesaian masalah Palestina.   “Qatar juga terlibat dengan Israel dan melakukannya secara terbuka, & telah dilakukan terus menerus semasa beberapa tahun. Kami dapat menunjukkan resolusi gencatan senjata Qatar pada sini dengan Hamas dan Israel dua pekan lalu. Contoh yang sangat baik dari diplomasi Qatar di mana mereka dapat menggunakan pengaruh mereka dan membawa status yang lebih baik, ” prawacana Lenderking.  

Tempat menyebut, pengalaman Amerika dengan Qatar yang mengerjakan file itu ialah bahwa mereka sangat terbuka mengenai keterlibatan dengan Israel. Mereka, kata pendahuluan dia, telah mengembangkan hubungan meyakinkan dengan pejabat Israel yang terlibat sehingga pihaknya berpikir akan tersedia banyak hal yang perlu dikembangkan.  

“Setiap negeri akan bergerak dengan kecepatannya sendiri saat normalisasi hubungan, dan patuh kriteria mereka sendiri. Namun awak sangat ingin agar hal tersebut terjadi lebih cepat daripada ditunda-tunda karena hal itu menempatkan bertambah banyak blok bangunan ke wilayah ini untuk perdamaian dan stabilitas, ” ujarnya.  

Kritik terhadap perjanjian perdamaian sebab media berita yang dikontrol negeri Qatar sangat keras, dan informasi berita pada tahun lalu telah menyoroti hubungan Qatar dengan pola teroris, termasuk dugaan keterlibatan di dalam mendanai serangan teroris yang sudah merenggut nyawa Amerika.  

Lenderking menepis kontroversi sekitar hubungan teroris, termasuk beberapa tuntutan hukum yang menyebut keluarga kerajaan Qatar sebagai pendanaan serangan dengan merenggut nyawa atau melukai sebesar 10 orang Amerika di Israel.

Gugatan Boston yang diajukan oleh enam kontraktor mendakwa bahwa Sheikh Khaled Al-Thani, saudara dari Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani yang berkuasa pada Qatar, memerintahkan mereka untuk mematikan saingannya di AS dan di Bahrain.  

Awalnya diajukan di Florida pada Juni 2019 dan diajukan kembali di Boston pada Januari 2020, individu-individu tersebut mengklaim bahwa Sheikh Khaled membunuh seorang warga negara India, mengancam mereka semua dengan maut jika mereka tidak membunuh saingan Sheikh, dan mengarahkan kampanye peretasan komputernya saingan industri mobil balap di AS dan Bahrain.  

Dalam gugatan asing, yang diajukan 10 Juni 2020, keluarga kerajaan Qatar dituduh memodali kekerasan oleh Hamas, yang membuat pembunuhan dan melukai 10 karakter Amerika.  

Gugatan yang diajukan di New York City menuduh beberapa lembaga Qatar, termasuk Qatar Charity (sebelumnya lumrah sebagai Qatar Charitable Society) & Qatar National Bank, mendanai kekerasan terhadap orang Amerika di Israel, banyak dengan kewarganegaraan ganda AS dan Israel.  

Kedua tuntutan hukum tersebut berada dalam sistem pengadilan federal AS, bergerak menuju persidangan umum. Akan tetapi Lenderking tidak menyebutkan tuntutan adat atau kontroversi lainnya, dan malah menawarkan pembelaan atas posisi Qatar untuk tidak menormalisasi hubungan secara Israel.  

“Sangat banyak harapan dan niat saya agar semua negara di Timur Tengah, tidak hanya Teluk, bakal memiliki hubungan yang normal dengan Israel, ” katanya.  

Dia menduga, banyak hal yang bisa dibuat tentang Qatar yang bersikap lunak terhadap terorisme. Hal itu pun diklaimnya jadi tindakan yang tidak akurat.  

Lenderking menambahkan Qatar telah mengaitkan kritiknya dengan pengerjaan konflik Palestina, seperti yang telah dilakukan banyak negara Arab lainnya. “Tentu saja, kami telah melihat reaksi warga Palestina terhadap jalan normalisasi tersebut, ” kata Lenderking.  

Dia berniat agar rakyat Palestina tidak pudar asa dan kecewa karena kesimpulan hubungan ini. Namun, kata dia, akan menemukannya sebagai kesempatan dan bekerja bersama Amerika untuk balik ke meja perundingan.  

“Itu tetap menjadi preferensi bagi AS, ” ujarnya.    

Pada 5 Juni 2017, Dewan Kerja Persis Teluk (GCC) termasuk Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir membatalkan semua hubungan diplomatik dengan Qatar dan melarang maskapai penerbangan & kapal mereka menggunakan wilayah suasana atau rute laut GCC.  

Lenderking berpendapat bila UEA dan Bahrain dapat menormalisasi hubungan dengan Israel, keretakan jarang GCC dan Qatar juga bisa diselesaikan. “Masa depan dari sudut pandang kami terlihat sangat cerah, ” ujarnya.  

Lenderking menyarankan, AS tidak bakal mendorong Qatar untuk menandatangani normalisasi dengan Israel. Namun secara tidak langsung mengajak kedua negara itu untuk melakukan hubungan yang jalan secara lugas.  

“Kami tidak menekan Emirat buat menandatangani kontrak dengan Israel. Saya tidak menekan Bahrain untuk menandatangani kontrak dengan Israel. Mereka melakukan ini atas kemauan mereka tunggal dengan mengakui kepentingan nasional mereka sendiri, ” kata Lenderking.