Legislator Minta Pemerintah Hentikan Konflik pada Intan Jaya

0 Comments
Legislator Minta Pemerintah Hentikan Konflik pada Intan Jaya

Harus ada solusi kongkrit dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri atasi konflik.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR asal Papua Yan Permenas Mandenas menanggapi adanya kabar seorang  gembala gereja atau pewarta gereja Katolik Stasi Emondi, Paroki Bilogai di Distrik Sugapa, Agustinus Duwitau, tertembak. Yan meminta kepada negeri dan TNI-Polri untuk segera menahan konflik yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua.  

“Ada apa sebenarnya pada Intan Jaya? Kenapa terjadi pertengkaran? Parahnya lagi kita tidak cakap siapa pelaku penembakan, ” kata Yan Mandenas saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Yan Mandenas mengaku, kaget masa mendengar adanya kabar peristiwa penembakan tersebut. Sebab, belum lama tersebut seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani juga menjadi korban penembakan. Apalagi, Yan menambahkan, sampai saat itu belum diketahui siapa pelakunya.

“Sampai saat ini kasus almarhum pendeta Yeremia selalu belum terungkap. Mengapa ada lagi yang harus jadi korban? Memang apa yang terjadi disana? ” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu menodong pemerintah dan TNI Polri bertanggung jawab terhadap keamanan masyarakat dengan ada di Kabupaten Intan Jaya. Ia berharap, kejadian serupa tak boleh terjadi kembali.

“Konflik seperti ini tak boleh dibiarkan begitu saja. Harus ada solusi kongkrit yang dilakukan pemerintah bersama TNI & Polri. Jangan sampai peristiwa bagaikan ini berlarut-larut. Itu bisa membias ke daerah lain di Papua, ” tegasnya.  

Selain itu, Yan Mandenas juga mempertanyakan sudah sekitar mana Tim Gabungan Pencari Bahan (TGPF) bekerja untuk mengungkap sebesar aksi penembakan yang terjadi dalam Intan Jaya, khususnya terhadap pendeta Yeremia. Ia berharap, TGPF secara  transparan mengungkap kasus tersebut.

“Kita harap bersama tim TGPF bentukan pemerintah pusat bekerja ekstra untuk mengungkap kasus penembakan almarhum Pendeta Yeremia. Kerja dengan keterbukaan, ” ucapnya.  

“Tak boleh ada yang ditutup-tutupi. Siapa yang ditemukan bersalah, harus dikatakan bersalah, ” imbuhnya.  

Dirinya juga memastikan akan ke Papua untuk meninjau langsung terkait sejumlah isu yang terjadi di sana, termasuk konflik di Intan Jaya.

“Satu, dua hari ini saya akan tiba di Papua. Saya hendak menyerap aspirasi mengenai isu-isu dengan berkembang di Papua, agar mana yang bisa kami perjuangkan, kami perjuangkan, ” ungkapnya.