Momen Kemenangan Leipzig Atas PSG Patuh Nagelsmann

0 Comments
Momen Kemenangan Leipzig Atas PSG Patuh Nagelsmann

Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, mengakui, momen kemenangan timnya atas PSG.

REPUBLIKA. CO. ID, LEIPZIG — Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, mengakui, momen kemenangan timnya atas Paris Saint Germain (PSG) bukan terjadi saat Emil Forsberg mencetak gol pada babak kedua, tapi justru pada kegagalan Angel di Maria mengeksekusi tendangan penalti pada babak pertama. Dari ketika tersebut, Die Rotten Bullen bisa tampil lebih percaya diri dan menutup laga dengan kemenangan, 2-1.

Di laga yang digelar di Stadion Red Bull Arena tersebut, tuan rumah tertinggal lebih dulu lewat gol dari Angel dalam Maria pada menit keenam. Tidak hanya itu, Leipzig juga gawat tertinggal dua gol usai Dayot Upamecano melakukan handball   di kotak penalti. Wasit pun memberikan hadiah hukuman buat Les Parissien pada menit ke-16.

Namun, Di Maria, dengan dipercaya menjadi ekskutor tendangan hukuman itu, gagal melakukan tugasnya. Kiper Leipzig, Peter Gulacsi, berhasil menebak arah bola hasil tendangan gelandang serang asal Argentina tersebut. Untuk Nagelsmann, ini menjadi momen terpenting buat timnya untuk bisa terbit dan akhirnya berbalik unggul atas tamunya tersebut.

”Kami beruntung karena mereka gagal memaksimalkan keempatan melalui tendangan penalti, atau bisa dibilang kami memiliki kiper yang cantik. Penyelamatan gemilang Gulacsi itu menjadi poin penting buat kami di laga ini. Itu menjadi saat kemenangan kami. Sejak saat tersebut, kami tampil lebih baik dibanding pada awal laga, ” prawacana Nagelsmann seperti dilansir laman formal klub, Kamis (5/11).  

Di sisa sabung, Leipzig secara perlahan mampu memgambil alih kendali permainan. Pada menit ke-42, Leipzig berhasil mencetak gol penyeimbang via torehan Christopher Nkunku. Sedangkan pada babak kedua, Leipzig akhirnya bisa menambah catatan gol dan berbalik unggul atas Pelajaran Parissien. Gol penalti Emil Forsberg pada menit ke-57 mengunci kemajuan Leipzig atas PSG.

”Pada masa jeda musabaqah, saya meminta para pemain buat lebih percaya diri dan bertambah berani dalam duel perebutan bola. Begitu kami memilikinya pada sesi kedua, kami menjadi tim dengan lebih baik, ” tutur Nagelsmann.

Kemenangan tempat PSG ini membuat semifinalis Gabungan Champions musim lalu itu bertengger di peringkat kedua dengan raihan enam poin dari tiga sabung. Nagelsmann pun menilai, kekalahan Manchester United dari Istanbul Basekshir kesimpulannya membuat persaingan di Grup H menjadi lebih terbuka. ”Karena tersebut, kami akan mengincar kemenangan zaman datang ke markas PSG dalam akhir November mendatang, ” ujar pelatih berusia 33 tahun tersebut.