Moral di Balik Kerugiaan Umat dalam Perjanjian Hudaibiyah

0 Comments
Moral di Balik Kerugiaan Umat dalam Perjanjian Hudaibiyah

Terdapat hikmah di balik Perjanjian Hudaibiyah yang rugikan umat Islam

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA— Konvensi Hudaibiyah yang terjadi sebelum penguasaan kota Makkah (Fathu Makkah), dianggap merugikan bagi kaum Muslimin, serta sebaliknya ini akan menguntungkan orang-orang kafir Quraisy. Namun ternyata justru ada hikmah di balik konvensi ini.  

Sejarawan Islam, Dr Tiar Anwar Bachtiar, mengatakan pemboikotan pernah terjadi sebelum Fathu Makkah, tersebut merupakan peristiwa perang Hudaibiyah atau perjanjian Hudaibiyah.    

“Itu terjadi di tahun ke enam, dua tarikh sebelum peristiwa Fathu Makkah, pra Perang Khandaq, pada Perjanjian Hudaibiyah memang diawali dengan satu perihal di mana Rasulullah hendak melaksanakan umroh pada tahun keenam Hijriyah, tapi kemudian dihadang pasukan Quraisy, tidak diperkenankan, ” ucap Ustadz Tiar.  

Pada saat itu, tidak boleh ada kaum Muslim yang pergi ke Makkah buat umroh. Maka kemudian hampir terjadi pertempuran, namun bisa diselesaikan dengan satu perjanjian, perjanjian itulah dengan dinamakan dengan Perjanjian Hudaibiyah.

Dalam kesepakatan itu ada satu poin atau klausul yang mungkin bisa dikatakan jadi pemboikotan. Adalah klausul yang asalkan ada kaum Muslim datang ke Makkah, maka orang ini tak boleh keluar dari Makkah datang nanti perjanjian selesai pada tahun ke tujuh. Kemudian apabila ada orang-orang Makkah atau Quraisy datang ke Madinah, mereka tidak dapat ditahan, mereka diperkenankan kembali teristimewa ke Makkah.  

“Jadi ini seperti tak adil untuk kaum muslimin, kalau pengikut Islam datang ke Makkah tersebut ditahan, sampai perjanjian selesai tentu saja waktunya cukup lama, serta sebaliknya. Ini diprotes kesepakatannya oleh para sahabat, ” kata Ustadz.    

Akan tetapi Rasulullah menjelaskan bahwa perjanjian ini ada maksudnya. Perdana, kalau ada kaum Muslimin ditahan tidak boleh keluar dari Makkah, mereka yang ditahan akan menjelma duta umat Islam. Mereka akan memperlihatkan bagaimana akhlak umat Islam yang sesungguhnya, dibandingkan dengan sifat orang kafir. Dari sini, prospek banyak orang yang akan terseret untuk masuk Islam.    

Di tepi itu, orang Quraisy yang muncul ke Madinah mereka dibiarkan luput untuk melihat Madinah. Mereka sanggup melihat bagaimana kaum Muslim hidup di Madinah, seperti apa mereka menjalankan syariat Islam.  

“Itu nanti mereka akan bisa melihat bedanya masukan orang Islam dan kafir, sehingga ketika mereka pulang ke Makkah itu mereka akan mencocokkan lagak orang-orang Muslim yang ada pada Makkah, sehingga nanti orang-orang Makkah banyak yang tertarik dengan Islam, ” kata Ustadz yang juga Sekretaris PP Persatuan Islam (Persis) ini.

Tempat melanjutkan, dengan cara seperti tersebut lewat perjanjian Hudaibiyah, banyak saudara, dan bahkan tokoh-tokoh Quraisy dengan masuk Islam, seperti Amr bin Ash, kemudian Khalid bin Walid. Mereka merupakan tokoh yang lumrah, dan akhirnya mereka tertarik secara akhlak kaum Muslim sampai keputusannya kemudian masuk Islam.