Muslim Sebagai Elemen Penting Kemenangan Biden

0 Comments
Muslim Sebagai Elemen Penting Kemenangan Biden

IHRAM. CO. ID, WASHINGTON, D. C. — Cuma sedikit ekspektasi mendengar istilah arab seperti ‘Insya Allah’ diucapkan dalam panggung debat presiden Amerika, namun Biden melakukannya, dan membuat terobosan baru yang menggetarkan komunitas Arab dan Muslim Amerika.

Setelahnya, Muslim Amerika keluar dengan kekuatan penuh memutuskan untuk memilih Biden. Mereka menguatkan bahwa dengan kekuatan terorganisir beramai-ramai, komunitas Muslim yang selama tersebut terpinggirkan dalam turut serta menukar politik dan pandangan Amerika.

Setelah Obama menjadi presiden, keterlibatannya dengan masyarakat Muslim Amerika seringkali hanya menguatkan gagasan Muslim sebagai sebuah urusan. Saat acara buka puasa tahunan Gedung Putih pada 2014, Obama mengambil kesempatan untuk menegaskan pembelaan atas Israel saat bom jatuh di Jalur Gaza yang melahirkan kematian 550 anak Palestina dalam 51 hari.

Begitu Trump menjabat, Muslim Amerika tidak lagi diberikan pertolongan dari pemerintah, bahkan tradisi & ritual keagamaan mereka harus langsung berada di bawah pengawasan secara cara yang belum pernah berlaku sebelumnya. Namun kali ini, Muslim akan menekankan tempat mereka di politik dengan istilah mereka tunggal.

Baru-baru ini, Muslim Amerika muncul dengan kuat di negara bagian utama, yaitu Michigan, Minnesota, Georgia, dan Pennsylvania, di mana kemenangan Biden tidak akan agak-agak terjadi tanpa pengorganisasian mereka. Michigan adalah rumah bagi beberapa komunitas Muslim paling bersejarah di negeri dengan populasi Muslim yang besar di dua kota besar, Dearborn dan Detroit, yang bisa dibilang mendorong pemungutan suara untuk mendukung Biden.

Dearborn adalah rumah bagi ribuan komunitas Lebanon, Irak, dan Yaman yang dapat menelusuri asal-usul itu di Amerika sejak tahun 1870-an, dan Detroit adalah rumah bagi Masjid Nomor 1, masjid mula-mula Nation of Islam, yang dibangun pada tahun 1930. Detroit tetap menjadi rumah bagi komunitas Muslim kulit hitam yang bersejarah serta cukup besar yang dimobilisasi untuk memilih. Dapat dikatakan bahwa mengubah Georgia menjadi biru tidak akan mungkin terjadi tanpa pemilih Muslim.

Pennsylvania adalah negara bagian lain di mana kemenangan Biden tidak mau mungkin terjadi tanpa komunitas Muslim, terutama Muslim Kulit Hitam. Praja Philadelphia sendiri adalah rumah untuk 150. 000 – 200. 000 Muslim, yang sebagian besar adalah orang kulit hitam Amerika. Hal ini membuat banyak orang menyebutnya sebagai “Mekkah Barat”.

Di luar jumlah Muslim yang begitu banyak, Agama islam di Philadelphia telah meninggalkan alur yang tak terhapuskan pada adat kota, terutama di kalangan orang kulit hitam Amerika. Gaya laksana “jenggot Philly” atau “jenggot Sunni” bahkan populer di kalangan non-Muslim. Kemungkinan rasisme anti-Hitam Trump serta kefanatikan anti-Muslim sangat pribadi bagi ratusan ribu Muslim Philadelphia, teman-teman mereka, dan keluarga mereka, dengan mengarah pada pencurahan suara yang sangat penting bagi kemenangan Biden di Pennsylvania.

Dan saat Presiden Terpilih Biden mulai menjabat pada Januari 2021, Muslim Amerika akan lebih siap menghadapi tantangan apapun dengan menghadang dan akan bergandengan tangan dengan komunitas lain dalam membuat dunia yang kita semua mau lihat.

sumber: https://english.alaraby.co.uk/english/comment/2020/11/12/american-muslims-won-this-election