Pendakian Arjuno-Welirang Mulai Aktif Besok

0 Comments
Pendakian Arjuno-Welirang Mulai Aktif Besok

Kapasitas maksimal Gunung Arjuno hanya 500 pendaki.

REPUBLIKA. CO. ID,   MALANG — Pendakian gunung Arjuno-Welirang kembali berfungsi kembali mulai Sabtu (5/9). Pengelola telah mempersiapkan sejumlah aturan tercatat batasan pendaki dalam satu negeri.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Taman Hutan Awam (Tahura) Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi menyatakan, kapasitas tertinggi pendakian di gunung Arjuno-Welirang 2. 500 karakter. Namun karena masih di tengah pandemi Covid-19, pengelola hanya menyambut 500 pendaki.  

“Jadi misal keadaan ini, orang sudah daftar dan berangkat sudah 500. Lalu itu belum ada yang lapor (kembali), jadi kita tidak bisa memberikannya. Tapi kalau nanti misalnya itu turun dan lapor, jumlah dengan ada di kawasan itu berkurang. Kalau misal ada yang suka berangkat, bisa kita setujui, ” ungkap Wahyu saat dihubungi Republika. co. id, Jumat (4/9).

Pemangku menerapkan sistem pendaftaran daring perlu mencegah kerumunan dan kontak tepat dengan petugas. Pasalnya, proses pendaftaran manual biasanya membutuhkan waktu 30 menit sehingga dikhawatirkan berpotensi menularkan Covid-19. Selain mencegah kerumunan dan kontak dengan petugas, sistem tersebut juga membantu mengurangi pemakaian kertas.  

Meski menggunakan sistem daring, kelengkapan persyaratan tetap harus terpenuhi. Pendaki harus membawa masker, hand sanitizer   & mengecek suhu saat berada di pos pendakian. Jika suhu pendaki berada di atas 37, 3 derajat setelah tiga kali pengecekan, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti pendakian.

Kelompok pendaki yang berjumlah lebih dari 10 orang diwajibkan membawa hasil uji cepat ( rapid test ). Setiap pendaki harus membawa utama tenda, kecuali masih dalam mulia keluarga. “Artinya sama-sama satu rumah. Kalau satu rumah, akan langgeng berkumpul. Tapi kalau berbeda alamat, satu orang satu tenda, ” jelasnya.

Wahyu tidak bisa memberikan hukuman terhadap pendaki yang melanggar kaidah protokol kesehatan. Semua kembali dalam kesadaran dan kepedulian terhadap muncul sendiri. Pengelola hanya bisa mengimbau dan mengingatkan betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Imbauannya, bahwa itu sebetulnya satu pilihan saja, harus menerapkan protokol kesehatan dan membawa kembali sampahnya. Karena banyak pendaki ini tapi lupa tentang kecintaanya kepada alam, ” kata Wahyu.

Patuh Wahyu, pendakian Arjuno-Welirang sebenarnya bersifat opsional untuk masyarakat. Sebab, berwisata ke gunung pada dasarnya lebih baik dibandingkan pusat perbelanjaan. Besar lahan gunung Arjuno-Welirang yang mencapai 27 ribu hektare dapat mengurangi potensi bergerombol di dalam satu lokasi.