Penjaga Buka Hotline Kasus Penembakan Laskar FPI

0 Comments
Penjaga Buka Hotline Kasus Penembakan Laskar FPI

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

IHRAM. CO. ID, JAKARTA —  Badan Reserse Kriminal Polri menyiapkan nomor istimewa untuk pelaporan (hotline) bagi masyarakat yang mempunyai informasi terkait penembakan antara pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dengan anggota Polri di Timah Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) dini hari.

Hotline   yang kami siapkan dengan nomor 081284298228, ” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Polda Metro Jaya, Kamis (10/12).

Listyo mengimbau kelompok yang mempunyai informasi seputar kasus tersebut tidak segan menghubungi nomor itu karena penyidik Polri juga terbuka terhadap segala informasi & masukan masyarakat.   “Kami juga memberikan ruang kepada masyarakat yang akan memberikan keterangan dalam bentuk informasi langsung dengan bisa diberikan kepada penyidik pada Bareskrim Polri, ” ujar Listyo.

Petugas Polda Metro Jaya menembak stagnan enam pengawal MRS lantaran mengabulkan penyerangan dengan senjata api kepada anggota Polri yang menyelidiki isu pengerahan massa.   “Terhadap kelompok MRS yang melangsungkan penyerangan kepada anggota dilakukan kegiatan tegas dan meninggal dunia sebesar enam orang, ” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Senin.

Fadil menjelaskan kejadian itu terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00. 30 WIB dalam Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM50.   Kejadian berawal era petugas menyelidiki informasi soal penghimpunan massa saat dilakukan pemeriksaan terhadap Rizieq di Mapolda Metro Hebat.

“Ketika anggota Polda Metro Jaya mendaftarkan kendaraan yang diduga adalah kawula MRS, kendaraan petugas dipepet kemudian diserang dengan menggunakan senjata suluh dan senjata tajam, ” katanya.

Fadil mengatakan ada 10 orang yang melakukan penyerangan, namun setelah enam rekannya ambruk, empat orang lari diri.   Tak ada korban jiwa maupun luka dari kepolisian, hanya ada kerugian materi dari sebuah kendaraan hancur karena dipepet serta terkena tembakan dari kelompok yang melakukan penyerangan.

Polisi kemudian menyita dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver secara sejumlah peluru berkaliber 9 mm serta beberapa senjata tajam dibanding tangan pelaku.   Polisi masih melakukan penyelidikan kepada kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap empat pelaku yang membawa diri.