Penyiar di Pedalaman Papua Barat Giatkan Aktivitas Sosial

0 Comments
Penyiar di Pedalaman Papua Barat Giatkan Aktivitas Sosial

Banyak pendakwah di Papua Barat giatkan aktivitas sosial.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi menuturkan, aktivitas dakwah di kawasan pedalaman terus berjalan di sedang pandemi Covid-19. Kebanyakan pendakwah menggiatkan berbagai aktivitas sosial.

“Memang ada kendala karena tak bisa bebas seperti biasanya. Namun saya menginstruksikan agar tetap beraktivitas, paling tidak beralih ke kesibukan sosial, misalnya membantu Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) mendistribusikan sembako, ” kata dia kepada Republika , Selasa (8/9).

Selain membantu mendistribusikan sembako, Kiai Zubaidi mengatakan, para pendakwah juga melaksanakan khitanan massal terutama bagi mereka yang perdana menjadi mualaf. Dia mengatakan, dakwah ini memang membuat beberapa warga setempat memutuskan masuk Islam.

Kiai Zubaidi menjelaskan, Bayaran Dakwah MUI telah mengirim lima pendakwah ke lima kabupaten pada Papua Barat sejak September 2019 lalu. Lima hari lagi itu akan kembali lagi ke Jakarta setelah menyelesaikan masa khidmatnya selama satu tahun. Lima kabupaten itu ialah Sorong Selatan, Kaimana, Manokwari Selatan, Raja Ampat, dan Teluk Bintuni.

“Sejauh masukan, memang sediki terkendala karena tidak bisa bikin acara-acara yang penuh. Tetapi kalau kegiatan yang dalam masjid itu masih bisa hidup, karena tidak semua zona abang. Jumatan juga masih dilakukan. Idul Adha dapat dilaksanakan dengan mendaftarkan protokol kesehatan, ” tutur dia.

Kegiatan mengaji di masjid, terang Kiai Zubaidi, sedang bisa dilaksanakan tetapi dengan menetapkan jumlah jamaah karena harus menyelenggarakan jaga jarak fisik. “Pengajian dalam mushala atau masjid jumlahnya tidak banyak, jadi memang tidak mampu sebebas biasanya, ” ujarnya.

Kiai Zubaidi melanjutkan, para pendakwah yang dikirim tersebut mengemban tugas untuk memberikan pelayanan pada kaum Muslim di daerah pedalaman. Misalnya menjadi imam, khatib, serta membantu pemakaman jenazah sesuai syariat. Mereka juga mengajarkan ilmu-ilmu petunjuk seperti tauhid, fiqih, tajwid & lainnya. “Dan ketika ada dengan mau masuk Islam, ya lestari dilayani, ” imbuhnya.

Berbekal ilmu-ilmu agama beserta praktik yang telah diberikan, Kiai Zubaidi berharap warga Muslim setempat bisa menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. “Kita berharap penduduk setempat mengkloningnya supaya bisa meneruskan. Jadi kala ditinggal, ada yang menggantikan perannya, ” ucap dia.