Pergub Diteken, Pelanggar Protokol Kesehatan Didenda

0 Comments
Pergub Diteken, Pelanggar Protokol Kesehatan Didenda

Denda pelanggar protokol kesehatan mulai dari teguran sampai denda Rp 100 ribu.

REPUBLIKA. CO. ID,   TANGAN — Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 22 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan yang juga mengatur sanksi kompensasi kepada pelanggar. Penerbitan Pergub tersebut sebagai upaya pencegahan dan pengoperasian Covid-19 sehingga sanksi denda mau berlaku bagi pelanggar protokol kesehatan.

Kepala Satuan Petugas Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar mengatakan Pergub tersebut membedakan penerapan sanksi kurun perorangan, pelaku usaha, pengelola, pengelola atau penanggung jawab tempat kemudahan umum. Menurut dia, untuk perorangan yang melanggar protokol kesehatan sesuai tidak menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum dan menyusun kerumunan akan diberikan sanksi bersifat teguran lisan, kerja sosial serta denda Rp 100 ribu.

“Kalau kerja sosial itu nanti bisa bermacam jenisnya, bisa membersihkan fasilitas ijmal, membersihkan area pemakaman dan membantu kami mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan, sanksi sosial ini berlaku selama satu jam saja, ” kata Murlin di Bengkulu, Sabtu (29/8).

Namun bagi pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tak mewajibkan karyawannya menggunakan masker, tidak menyediakan fasilitas cuci tangan dan tidak mengatur jarak antara konsumen akan dikenakan sanksi berjenjang berangkat dari teguran lisan, denda Rp1 juta, penghentian sementara dan tenggat pencabutan izin usaha.

Murlin menjelaskan untuk denda nantinya dapat dibayarkan tepat oleh perorangan atau pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan ke kas daerah Provinsi Bengkulu. “Tetapi tujuan kita bukan untuk menggabungkan uang denda sebanyak-banyaknya, tujuan kita agar masyarakat disiplin menerapkan adat kesehata, kalau denda itu supaya ada efek jera saja & masyarakat tidak mengulangi lagi kesalahannya, ” papar Murlin.

Ia menambahkan, Pergub tersebut saat ini masih di dalam tahap sosialisasi dan kemungkinan bakal efektif diterapkan dalam kurun masa satu bulan ke depan. Selama tahap sosialisasi, kata Murlin, pihaknya akan terus mengimbau dan menganjurkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, sehingga angka kasus positif Covid-19 di daerah itu dapat ditekan.

“Pergub itu akan disosialisasikan dulu selama satu bulan ke depan sesudah itu baru berlaku dan kami pastikan Satpol PP bersama TNI/Polri akan meningkatkan pengawasan terhadap pengingkaran protokol kesehatan serta dalam masa dekat kami juga akan melaksanakan apel akbar, ” kata Murlin.

sumber: Antara