Petugas tak Temukan Kekerasan Seksual Peristiwa Mayat dalam Sumur

0 Comments
Petugas tak Temukan Kekerasan Seksual Peristiwa Mayat dalam Sumur

Korban memakai daster saat insiden pembunuhan itu terjadi.

REPUBLIKA. CO. ID, CIBINONG — Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil memastikan bahwa tak ada petunjuk kekerasan seksual dari peristiwa mayat dalam sumur di Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban memakai daster saat terjadi pembunuhan.

“Tidak ada kekerasan seksual, pas (korban) dibuang ke sumur kepala dalam bawah, korban pakai daster siap di dalam sumur daster tersebut lepas, ” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11) suangi.

Menurutnya, pelaku berinisial KA (39) yang merupakan suami dari pembantu almarhum Atikotul Mahya (28) alias Bunda Maya tersebut menghabisi nyawa dengan tangan ringan di dapur rumah korban.

Pada Ahad (1/11) suangi sebelum Bunda Maya diketahui gaib, pelaku menghabisi nyawa korban setelah berhasil menyelinap masuk lewat jendela sekitar pukul 22. 00 WIB. “Dibunuh tangan kosong. Korban dibawa ke dapur, di dapur dihabisi nyawa korban, dipukul ditendang, datang gigi korban copot. Kemudian karakter baru ada ide membuang ke sumur, ” paparnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yunli Pangestu menuturkan bahwa meski jenazah korban telah selesai diautopsi di Rumah Melempem Polri Keramat Jati, Jakarta, tapi hasilnya belum dapat diketahui.

Menurutnya, membutuhkan waktu kira-kira satu pekan untuk mengetahui buatan autopsi, termasuk pemeriksaan tes usap dari lendir vagina korban.

Serupa diketahui, jenazah Bunda Maya yang juga guru mengaji TPA tersebut pertama kali ditemukan oleh warga Kampung Citatah Dalam, RT 05/04, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Edi Mulyana (43). Tetangganya itu menemukan korban pada Selasa (3/11) pagi, setelah almarhum diketahui hilang semenjak Ahad (1/11) malam.

Edi menemukan jenazah Bunda Maya dalam kondisi tanpa busana di dalam sumur yang kondisinya tertutup beton. Saat itu ia hendak menjajaki saluran pompa air.

“Kata suami korban, saat dicek dalam rumah usai pulang daripada acara Maulid Nabi, sang hidup sudah tidak ada di rumahnya. Bahkan, ponselnya dan uang Rp500 ribu tidak ada, ” introduksi Edi saat ditemui di wadah kejadian perkara (TKP).

sumber: Kurun