PN Jakpus Gugurkan Gugatan Benteng Moeldoko Terkait AD/ART PD

0 Comments

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Kubu Moeldoko maupun tim kuasa hukumnya tidak pernah siap dalam 3 kali persidangan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Majelis Hakim Pengadilan Kampung Jakarta Pusat (PN Jakpus) memutuskan menggugurkan gugatan dengan dilayangkan kubu Moeldoko terkait Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat arahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Selasa (4/5). Gugatan tersebut dinyatakan gugur karena kubu Moeldoko maupun tim kuasa hukum yang mewakilinya jadi pihak penggugat, tidak pernah hadir dalam tiga kala persidangan.

“Mengadili, menyatakan gugatan para penggugat gugur, ” kata Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri saat membacakan amar putusan.  

Hakim Saifuddin membuktikan, pihak pengadilan telah 3 kali memanggil kubu Moeldoko maupun tim kuasa kaidah yang mewakilinya secara benar dan patut untuk menghadiri persidangan pada 20 April 2021, 27 April 2021 dan 4 Mei 2021. Namun, kubu Moeldoko tidak hadir tanpa alasan yang sah. Sebaliknya, kubu AHY sebagai pihak tergugat tidak pernah absen menghadiri persidangan gugatan ini. “Maka gugatan harus dinyatakan gugur, ” tegas Hakim.

Penggugat dalam perkara itu adalah Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, La Moane Sabara, Jefri Prananda, Laode Abdul Gamal, Muliadin Salemba, dan Ajrin Duwila. Tengah pihak tergugat yaitu DPP Partai Demokrat periode 2020-2025 (tergugat I) dan DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 (tergugat II). Adapun Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly menjadi bagian turut tergugat.

Dalam pokok permohonan perkara bernomor 213/Pdt. Sus-Parpol/2021/PN Jkt. Pst, pihak penggugat meminta majelis hakim yang mengerjakan perkara, menyatakan tergugat I dan II melanggar sah politik dan perdata para penggugat.

Penggugat juga meminta majelis ketua melarang tergugat I melaksanakan tindakan hukum atas nama Partai Demokrat, termasuk mengabulkan pemecatan terhadap para pengikut KLB Sibolangit, Deli Serdang.