Pola Muslim New York: Macron Pancingan Muslim

0 Comments
Pola Muslim New York: Macron Pancingan Muslim

IHRAM. CO. ID, —  Organisasi Muslim di segenap New York berencana untuk melakukan protes di depan Konsulat Prancis di Manhattan pada hari Ahad (Senin waktu Indonesia), sebagai simpulan atas pernyataan baru-baru ini sebab Presiden Prancis Emmanuel Macron di perselisihan tentang kartun Nabi Muhammad.

“Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tepat memprovokasi dunia Muslim dalam mengangkat penggambaran ofensif dan vulgar dibanding Nabi Muhammad (SAW) tercinta, ” kata Dewan Kepemimpinan Islam New York dalam siaran pers. SAW adalah singkatan dari “saw. ”

“Selain itu, dia  terus meneror secara langsung publik Muslim Prancis dengan menyerang rumah-rumah pribadi dan masjid atas tuduhan tak berdasar setelah serangan terhadap seorang guru Prancis, ” tambahnya.

Dewan tersebut mengatakan bahwa bahkan sebelum komentar terbarunya, Macron telah melakukan “perang kayu palang melawan komunitas Muslim”. Selain tersebut juga menuduh presiden Prancis “semakin mengasingkan masyarakat yang sudah terpinggirkan”.

“Dunia Muslim tidak akan mentolerir penghinaan terang-terangan kepada Nabi Muhammad (SAW) dan hidup dalam solidaritas dengan saudara-saudara Muslim Prancis mereka, ” kata jawatan itu.

Puluhan ribu Muslim melakukan protes dari Bangladesh hingga Pakistan dan wilayah Palestina pada hari Jumat lalu sesudah terjadinya kasus pembunuhan di sebuah gereja Prancis. Peristiwa ini  memajukan sumpah dari Macron untuk maujud teguh melawan serangan terhadap nilai-nilai Prancis dan kebebasan berkeyakinan.

Ribuan jamaah Palestina pula berunjuk rasa setelah shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem yang bertembok buat mengutuk pemuatan kembali karikatur Muhammad di Prancis. “Bangsa yang pemimpinnya adalah Muhammad tidak akan ditaklukan, ” teriak pengunjuk rasa.

“Kami menganggap presiden Prancis bertanggung jawab atas tindakan keributan dan kekerasan yang terjadi dalam Prancis karena komentarnya terhadap Agama islam dan Muslim, ” kata Ikrima Sabri, pengkhotbah yang menyampaikan khotbah di Al Aqsa.

Di Ramallah, warga Palestina membakar bendera Prancis dan menginjak-injaknya.   Di Gaza, yang diperintah sebab gerakan Islam Palestina Hamas, ratusan warga Palestina mengambil bagian di dalam demonstrasi anti-Prancis, meneriakkan: “Dengan sukma dan darah kami, kami hendak menebus Nabi. ”

Di Lebanon, pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk mengusir sekitar 300 pengunjuk rasa, termasuk pendukung partai Islam Sunni setempat yang berbaris dari sebuah langgar di ibu kota Beirut ke kediaman resmi duta besar Prancis.

Semua perselisihan yang terjadi itu berakar pada serbuan pisau di luar sekolah Prancis pada 16 Oktober di mana seorang pria asal Chechnya membuang kepala Samuel Paty, seorang guru yang telah menunjukkan kepada murid-murid kartun Nabi Muhammad dalam pengajian kewarganegaraan tentang kebebasan berbicara.

Prancis mengizinkan penayangan kartun tersebut, yang dianggap menghujat umat Islam.   “Kami tidak hendak melepaskan karikatur dan gambar, bahkan jika orang lain mundur, ” kata Macron dalam komentar aslinya, yang memicu konflik.

Prancis menaikkan kewaspadaan keamanannya ke tingkat tertinggi pada hari Kamis setelah seorang pria bersenjatakan badik meneriakkan “Allahu Akbar” (Tuhan Maha Besar) memenggal kepala seorang wanita tua di sebuah gereja serta membunuh dua orang lagi pra ditembak dan dibawa pergi sebab polisi.

“Kami tidak akan memberikan alasan apa pun, ” kata Macron di luar Basilika Notre Dame di kota Nice, Riviera Prancis. Prancis telah diserang “atas nilai-nilai kami, buat rasa kebebasan kami, atas daya di tanah kami untuk mempunyai kebebasan berkeyakinan, ” tambahnya.