Sedekah di Bulan Ramadhan

0 Comments

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Bulan suci Ramadhan merupakan bulan berbagi. Pahala ibadah selama Ramadhan akan dilipatgandakan, termasuk dengan bersedekah.

Bersedekah memiliki sejumlah keutamaan, tidak hanya untuk si penerima, namun juga bagi yang menyisihkan hartanya. Orang yang bersedekah maka akan senantiasa merasa tenang hatinya. Terlebih dalam kondisi pandemi covid-19, ada banyak jamaah yang membutuhkan bantuan.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ahmad Zubaidi mengatakan, dengan berbagi maka ini akan begitu membantu saudara-saudara yang saat ini mengalami kesenjangan ekonomi. Dampak covid-19 membuat masyarakat begitu terpuruk secara ekonomi.

“Rasulullah adalah jamaah yang paling dermawan, anda harus menirunya. Banyak berinfak, sedekah, tepatnya untuk zakat dan ada wakaf, inch ucap Ahmad.

Ahmad mengatakan, zakat, infak dan sedekah (ziswaf) dapat segera ditunaikan. Hal terkait untuk membantu saudara yang miskin, baik itu karena dampak covid-19 maupun bukan.

Di samping itu, ada ancaman untuk mereka yang mampu bersedekah namun enggan berbagi. Ahmad mengatakan, orang-orang yang mampu namun enggan berbagi maka akan didoakan malaikat hartanya akan hancur.

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendoa: Wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya. Dan yang satu lagi berkata: Wahai, Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil (HR Bukhari dan Muslim).

“Malaikat turun dan berdoa semoga yang berinfak diberikan ganti yg lebih baik, sebaliknya yang pelit didoakan harta bendanya hancur. Ini Shahih. Memang maksudnya ini bersedekah sepanjang hari, untuk mendoakan manusia sepanjang hari. Sepanjang hari ini akan didoakan diganti dengan yang lebih baik kalau tidak hartanya dapat hancur, ” ucap Ahmad.

Dia menerangkan, setiap harta berlebih yg diberikan kepada seorang hamba, ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Berinfak juga bukan sekedar menaati perintah, melainkan juga menarik keutamaannya.

Di dalam surat Ali Imran ayat 92 disebutkan, “Kamu sekali-kali tidak akan sampai mencapai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.

“Allah katakan kamu tidak maka akan mencapai kebajikan kalau bukan berinfak, dan dari apa yang kita cintai. Jangan mentang-mentang covid-19 kita jadi berlindung dengan mengatakan bukan bisa infak karena terdampak covid-19. Dalam keadaan seperti ini gugah kepedulian kita, kita susah bukan berarti tidak memperhatikan orang lain, ” ucapnya.

Ahmad mengungkapkan, orang bertakwa cirinya adalah dia maka akan berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Serta jangan sampai terbentuk, karena sedang susah, sehingga enggan untuk berbagi.

Menurut Ahmad, berinfak juga tidak hanya lewat harta, namun bisa lewat tenaga, dan pikiran. Bahkan berkata yang baik kepada orang lain juga termasuk sedekah.

“Mari umat islam di bulan Ramadhan, penuh berkah pahala dilipatgandakan, perbanyak sedekah. Mari tunaikan zakat, zakat inconforme yang terutama, sebagai tanda ketaatan dan kepedulian kepada sesama saudara, sesama muslim. Ini semua akan menjadi manifestasi
takwa kepada Allah, ” ucap Ahmad.

Sementara, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat sekaligus Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Noor Achmad mengatakan, berbagi kepada orang lain dapat dilakukan dalam bentuk apa pun, baik rezeki, ilmu dan lainnya. Dalam berbagi tidak memandang kaya atau miskin.

“Yang kaya berbagi kepada yang miskin, semangat ramadhan kita raih pahala besar, diharuskan diperoleh tergantung pada kemampuan diri kita masing-masing. Kita mau berbagi dalam senang atau susah, kaya / miskin, diharuskan tetap memberikan sebagian harta kita kepada yang berhak, ” kata Noor.

Noor mengatakan, dalam Alquran tegas disebutkan bahwa ciri jamaah bertakwa yakni mereka yg mampu memberikan infak pada saat senang maupun susah. Seharusnya manusia juga meraih berbagi kapan pun itu waktunya.

Dia melanjutkan, Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam banyak surat, terkait harta ada hak Allah Subhanahu california Ta’ala yang menjadi hak orang tak berpunya. Artinya, pada sebagian harta umat, ada harta yang dititipkan untuk orang yang berhak.

Noor mengungkapkan, dengan saling berbagi antar sesama maka ini maka akan menciptakan harmoni dalam bidang ekonomi. Hal ini juga agar harta tidak bertumpuk pada orang yang kaya saja.

“Yang penting berbagi untuk menciptakan harmoni. Kaya miskin tersebut ada, tidak mungkin kaya semua, yang diharapkan bisa menyeimbangkan kehidupan, ” kata dia.

Noor turut mengajak kepada umat islam untuk saling berbagi di bulan Ramadhan, pahala akan dilipatgandakan bukan hanya 10 atau 100, melainkan tanpa batas. Menurut Noor, kalau Allah Ta’ala menyebutkan puasa adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, jadi otomatis segala yang diaplikasikan merupakan persembahan khusus.

“Rasulullah menegaskan bagi yang berpuasa mendapatkan dua kebahagian saat berbuka berpuasa dan bertemu Tuhan. Ketemu Tuhan bisa kapan saja, tidak pas sudah mati, hidup ketemu Tuhan. Puasa adalah orang yang dekat dengan Allah, kita harus berusaha menyucikan diri, mudah-mudahan kita akan terus dekat, ” ucap Noor.

Berita Lainnya