Sleman Raih Penghargaan Pengaduan Pelayanan Jemaah Terbaik

0 Comments
Sleman Raih Penghargaan Pengaduan Pelayanan Jemaah Terbaik

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Penghargaan diserahkan Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai.

REPUBLIKA. CO. ID, SLEMAN — Pemkab Sleman, DIY, menjelma satu dari 15 instansi pemerintah dengan pengelola sistem pengaduan pelayanan publik terbaik 2020. Penghargaan diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan diserahkan Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rifai, dan disaksikan Gajah PANRB, Tjahjo Kumolo. Kompetisi ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada instansi yang miliki pengelolaan dakwaan pelayanan publik terbaik di Nusantara.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, penghargaan akan menyegerakan semangat Pemkab Sleman mendorong kontribusi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, pelayanan publik sanggup mengelola pengaduan secara ideal.

Kemudian, mampu memaksimalkan keterlibatan masyarakat dalam monitoring dan evaluasi pelayanan publik. Sekaligus, dapat menunggangi data itu sebagai dasar pemungutan kebijakan mewujudkan pelayanan publik dengan lebih baik sesuai kebutuhan klub.

“Lapor Sleman menjelma ikon dari capaian Sleman Smart Regency, dibuktikan dengan Lapor Sleman Sebagai sistem pengelola pengaduan penyajian publik terbaik 2020, ” sekapur Sri.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa menuturkan, jumlah peserta tarikh ini meningkat 40, 7 obat jerih dibanding tahun lalu. Angka partisipasi IP naik 62 persen, tatkala peserta UPP meningkat 27 upah dibanding tahun lalu.

“Semua proses sosialisasi, registrasi, penyajian, dan wawancara dilaksanakan secara daring, ini tantangan besar bagi peserta maupun juri. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi antusiasme pengikut dan juri di tengah adaptasi kebiasaan baru, ” ujar Diah.

Anggota Tim Perombakan Birokrasi Nasional, Eva Kusuma Sundari menambahkan, banyak yang mengolah pengaduan lewat LAPOR! sebagai sumber perubahan, bahkan perencanaan pemerintah. Karenanya, 15 pemenang jadi pengetahuan baru bagi pemerintah mendatang.

“Tidak perlu mulai dari nol, mereka bisa mempercepat reformasi birokrasi dibanding model yang ditemukan para pemenang kompetisi ini, ” katanya.