TNGGP Usut Aksi Foto Pendaki Bugil di Gunung Gede Pangrango

0 Comments
TNGGP Usut Aksi Foto Pendaki Bugil di Gunung Gede Pangrango

Sejumlah grup pendakian pada media sosial mengecam keras aksi tak senonoh tersebut.

REPUBLIKA. CO. ID, CIANJUR — Balai Besar Taman Nasional Bukit Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mengusut tuntas pelanggaran dengan dilakukan dua pendaki berpose bugil diduga di alun-alun Surayakanana, Bukit Gede. Aksi itu dinilai menyalahi kesopanan selama berada di wilayah taman nasional.

“Balai Besar TNGGP akan berkoordinasi secara pihak berwajib, kemungkinan terjadinya pengingkaran peraturan perundangan terkait ITE & atau Pornografi, namun intinya pendaki tersebut sudah melanggar kesopanan semasa berada di area taman nasional, ” kata Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto dalam suratnya, Kamis.

Pihak TNGP sangat menyesalkan perbuatan yang dilakukan dua pria tersebut, karena kontras dengan norma agama dan baik. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendaki dilarang melakukan tanduk yang melanggar kesopanan, perbuatan dengan meresahkan, perbuatan tidak menyenangkan dan perbuatan asusila atau perbuatan asing yang sejenis.

Terlebih ungkap dia, dalam suratnya, lokasi tempat mengambil foto merupakan wadah yang dinilai sakral bagi pendaki dan khususnya bagi warga Jawa Barat, sehingga pihaknya meminta pemilik akun di media sosial instagram @eyi-oei dan @bondanramadhani menghapus postingan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Untuk mencegah hal serupa terulang, saya mengajak warga yang bergerak dalam bidang pendakian dan wisata dunia, untuk memberikan edukasi tentang pendaki cerdas dengan tidak melanggar semua aturan yang berlaku. Terlebih saya mengimbau pendaki untuk mematuhi semua aturan yang berlaku termasuk tak mendaki secara ilegal, ” ujarnya.

Sebelumnya sejumlah foto bugil yang diunggah di jalan sosial, menjadi viral karena diambil di atas batu diduga pada Alun-alun Suryakancana, Gunung Gede. Makin sejumlah grup pendakian di jalan sosial mengecam keras dan meminta pemilik akun ditindak sesuai secara norma dan hukum yang benar.

“Kami sempat mendapat pesan singkat dari teman-teman pendaki se-Indonesia, terkait foto mesum tersebut. Sebagai volunter taman nasional, saya sangat menyayangkan perbuatannya karena mereka melakukan di atas tempat yang menurut semua pendaki di Indonesia, sangat sakral, ” kata Niko Rastagil volunter TNGGP.

Ia meminta pihak berwajib mengusut tuntas pemilik akun dan meminta maaf secara terbuka baik di media sosial miliknya atau secara umum di media masa. “Kami sebagai pendamping selama ini, tetap mengingatkan agar pendaki mematuhi seluruh larangan dan tidak berbuat gegabah termasuk menjaga kelestarian lingkungan kira-kira, ” tutur dia.

sumber: Antara